SELAMAT DATANG KE BLOG KAMI

SELAMAT DATANG KE BLOG KAMI, DAPATKAN INFORMASI INFORMASI TERKINI

INFO EKSA

INFO EKSA 2017 : SUDAHKAH ANDA BERSEDIA AUDIT MAMPU UNTUK PEMBAHARUAN SIJIL EKSA PADA 14.12.2017

Rabu, 29 November 2017

KEPIMPINAN MELALUI TELADAN



Pada suatu hari, Konfusius, seorang filsuf yang terkenal, menempuh perjalanan jauh menyeberangi padang gurun bersama beberapa muridnya. Setelah menempuh perjalanan berhari-hari akhirnya persediaan air minum habis, mereka semua berjalan dengan lemah dan lonlai. Suatu ketika salah seorang dari muridnya terjumpa timba kecil di bawah batu-batuan yang berisi air.
Dengan segera ia mengambil mangkuk nasinya dan dengan susah payah hanya mampu menyedok sebanyak setengah dari isi mangkuk itu. Ia kernudian menghantarkan semangkuk air itu kepada gurunya. Ketika Konfusius baru menempelkan mangkuk itu ke bibirnya, ia merasa semua mata muridnya memandangnya. Ia tidak jadi meminum isi mangkuk itu, malahan menuangnya ke pasir gurun yang panas sambil berkata, “Air ini terlalu sedikit untuk kita semua dan terlalu banyak untuk satu orang saja. Mari kita lanjutkan perjalanan ini.”
Sebagai seorang pemimpin, Konfusius tidak mampu meminum air itu sendirian dan membiarkan muridnya sengsara. Ia tidak merasa dirinya lebih tinggi dari para muridnya dan inilah contoh dari seorang pemimpin sejati. Hari itu Konfusius belum mampu menghilangkan dahaga pasukannya namun ia memberikan sesuatu yang jauh lebih bererti kepada pasukannya, iaitu maksud atau erti dari sebuah kepemimpinan sejati. Saya tidak pernah melupakan pengalaman yang satu ini. Ketika ada isu baru menggoncang bangsa , pihak pengurusan pejabat tempat saya bekerja membuat per aturan bahwa setiap orang baik pekerja ataupun tetamu harus memakai tanda nama, supaya mudah dikenali
Terus terang, aturan ini menimbulkan masalah dalam diri saya kerana harus mengikuti peraturan dan membentuk kebiasaan yang baru. Apabila  memiliki jawatan yang cukup tinggi di pejabat  yang telah berioperasi lebih dari enam tahun, beberapa kali saya lupa membawa tanda nama dan ditegur oleh pengawal keselamatan yang saya yakin mereka kenal siapa saya. Kedegilan itu terus berlaku dan hal yang tidak menyeronokkan  terjadi. Saya cuba untuk mengabaikan peraturan ini sampai pada suatu masa saya terpaku dan langsung mengubah tingkah laku buruk saya.
Pada suatu hari, pemilik pejabat tempat saya bekerja, seorang yang merupakan atasan saya yang tertinggi, terlihat memasuki ruang pejabat dan tanda pengenal melekat di bajunya. Hari itu saya belajar pengalaman yang berharga, bahwa seorang pemimpin sejati tidaklah disertai dengan kekuasaan semata, tetapi ia menjadi pemimpin kerana sikapnya yang memberikan contoh dan teladan yang baik bagi para pengikutnya.
Jika tindakan-tindakan Anda dapat memberikan inspirasi bagi orang lain untuk bermimpi yang lebih besar, melakukan yang lebih besar, dan menjadi lebih baik, Anda adalah seorang pemimpin


Tiada ulasan:

Catat Ulasan